Wilayah yang berada di dataran yang tinggi serta dikelilingi oleh jajaran bukit-bukit yang tinggi sehingga tersembunyi dari dunia luar, sesuai dengan makna nama Orahili yang berarti tempat yang dikelilingi oleh pegunungan. Untuk menuju kesana kita harus melewati Tanjakannya cukup curam perjalanannya tidak ada tangga cukup membuat pegal kaki. Dari bibir jalan besar, kami menempuh jalan dengan berjalan kaki sekitar 1 km ke atas. Namun hal ini cukup terbalas. Lokasinya bukan di sebuah desa, namun di tengah hutan pada sebuah bukit. Komplek batu megalit yang saya temui ini terdiri jajaran batu pipih bundar sepert meja, yang berjajar. Ada juga tiang-tiang batu. Orang setempat mengatakan ini adalah tempat untuk bermusayawarah pada jaman dahulu, dan konon katanya sering pada malam hari terdengar suara-suara seperti tarian di atas batu-batu ini .
Secara umum di Nias selatan Peninggalan megalit di daerah ni memiliki berbagai macam bentuk. Diantaranya batu tegak, batu datar, meja batu, batu tegak segi empat pipih, batu tegak segi empat balok, batu bulat berlumpang dua patung manusia dan naga. Salah satu bentuk peninggalan yang terpenting adalah sekumpulan besar batu menhir, dolmen, sakrofagus, dan lainnya. Arca-arca batu berusia ratusan tahun bisa dijumpai di halaman-halaman rumah penduduk. Pada masanya benda-benda ini dipercaya dapat melindungi masyarakat dari berbagai macam bahaya dan malapetaka. Serta menjadi lokasi upacara religi dengan tujuan menghormati arwah nenek moyang mereka.